Childish World
Teringat dengan dunia waktu saya kecil dulu, dunia anak-anak / Childish World, yaitu dunia dimana mengungkapkan rasa cinta bukannya sekedar tabu milik para pasangan dewasa (katanya). Dimana memaafkan cuma seperti bernafas sangat mudah dan menyegarkan. Dimana kemarahan sama seperti kalian menerbangkan pesawat kertas, saat itu dia naik melesat maka pada saat bersamaan juga kemarahan akan turun perlahan dan mereda. Bekerja itu seperti bermain dimana dilakukan dengan kesenangan karena kalau Anda sudah bisa menikmati suatu pekerjaan maka pasti akan sungguh-sungguh tanpa pamrih.
Di dunia tersebut pun berfikir dibuat sesederhana mungkin tanpa disertai embel-embel apapun yang menjadikannya semrawut (blm nemu bahasa yang lebih bagus lagi hehe mohon bantuannya) dan hal-hal itu sebenarnya tidak penting. Batasan-batasan dijalankan dengan cara yang tepat dan diperingati dengan cara yang sangat santun sehingga tidak ada yang merasa tersakiti karena itu. kesenangan dibagi sama rata begitu juga dengan kesedihan. Di dunia tersebut ini tidak ada jurang-jurang perbedaan.
Dunia yang bergerak bukan tentang apa maunya saya, tapi bagaimana bisa menyenangkan bagi semuanya. Dunia dimana senyuman sama seperti angin yang bergerak bebas. Didunia dimana cinta digambarkan dengan sederhana yang menggunakan warna-warni anugrah-Nya.
Itulah Childish World bagi saya, terkadang saya berpikir tidak ingin mau jadi orang (sok) dewasa, mereka yang terlalu banyak pertimbangan untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama, yang selalu berprasangka terhadap sesama, yang selalu mendendam dan sulit memaafkan. karena itu saya lebih suka jadi “childish” dan hidup di dunia anak-anak yang polos, jujur, jauh dari dengki dan penyakit hati lain..
Semoga Anda menyukai tulisan ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
I always thought that I didn’t want to become an adult
However, I’m now 20
Thank you My teens
Maaf komentarnya sudah ditutup.